Sunday, July 10, 2005

jazz kami

31 Comments:

Blogger KALTIM JAZZ LOVERS ON THE BEAT said...

kaltimjazzlovers merupakan wadah para pencita dan pemerhati musik jazz yang ada di kalimantan timur, tahun 2004 lalu KJL terbentuk tentu saja di bidani oleh para pecinta jazz kaltim, seperti Deden Nugraha, Agus, Uly, Elle serta dorongan moril dari kawan - kawan wartajazz terutama 'Agus Setiawanbasuni, dengan adanya web ini moga para pencinta jazz bisa menyatu.....SALAM JAZZ....'KALTIMJAZZLOVERS'

4:06 AM  
Blogger KALTIM JAZZ LOVERS ON THE BEAT said...

KJL...kali ini hadir dengan berbagai kegiatan yang yang menyangkut soal jazz, ada acara jazznight on radio, acara ni di pandu sama deden ang agus setiap jum'at malam start 21'00 - 22'00pm, melaui RRI 97.6 FM samarinda eatt...tentu saja bisa didengar ke seluruh kalimantan timur, jazznight, menampilkan obrolan soal jazz, jazz story, jazz by request, ada apa dengan jazz, topik kita, indonesia jazz 10%, jazz on legend DLL........

4:15 AM  
Blogger joeysmith7431 said...

i thought your blog was cool and i think you may like this cool Website. now just Click Here

11:19 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

kali ini kaltimjazzlovers membuat warna baru dalam jazz comunity, dengan masuk puluhan komunitas musik jazz dari berbagai wilayah kalimantan timur, dan data yang kami dapatkan adalah -+300/jazzers

11:50 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

jazzers kaltim ikutan...acara 'SUNDAY PARTY JAZZ LOVERS' hari minggu tanggal 12 Februari 2006 jam 14'00 - selesai bertempat di OCEAN FRONT CAFE. disini ada banyak teman - teman jazzlovers yang siap bergabung dan banyak jazz band yang akan tampil and ada galery jazz dll...come on join us SUNDAY PARTY JAZZ LOVERS 06

10:41 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

RADIO


Berikut ini kami tampilkan nama-nama Radio yang memutar musik jazz dan menjalin kerjasama dengan WartaJazz.com. Adapun radio-radio tersebut adalah sebagai berikut :

SUMATRA

Prima FM - Banda Aceh
Classy FM - Padang
Mandiri FM - Pekanbaru
Aditya FM - Pekanbaru
City Radio 95.9 FM - Medan
Delta 105.8 FM - Medan
Setiap hari Senin pukul 21.00-22.00 WIB
Prapanca 95.1 FM - Medan
SONYA 106.6 FM - Medan
Radio Satya Bhakti Polda 88.4 FM - Medan
Acara "Halimun" -Setiap Kamis Malam jam 21:00-24:00
103 FM
HANG 106.0 FM - Batam
SMART 101.8 FM - Palembang
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00


JAKARTA

COSMOPOLITAN FM 90.4 Mhz - Jakarta
"JAZZ ON MY MIND" setiap Sabtu Pkl. 14.00 - 16.00 WIB
TRIJAYA 104.6 FM - Jakarta
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 19.00 - 21.00 WIB
RADIO DELTA 99.1 FM - Jakarta
Jazz, Jazz, Jazz bersama Gilang Ramadhan & Benny Likumahua
Setiap Rabu pukul 21.00 - 24.00 WIB
RADIO ONE 101 FM - Jakarta
One Acid Jazz Hours - Setiap Selasa Pkl. 21.00 - 23.00 WIB
One Jazz Hour - Setiap Minggu Pkl. 13.00 - 15.00 WIB
ER Radio 98.7 - Jakarta
Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
ARH 88.4 FM - Jakarta
Dave Koz Show
RRI PRO 2 105.1 FM - Jakarta
HARD ROCK 87.6 FM - Jakarta
Setiap Minggu malam mulai 21.00 - 22.00 WIB
EL SHINTA 90.05 FM - Jakarta
RAMAKO 105.8 FM - Jakarta
Jazzy on Magic - Setiap Hari Sabtu - pkl. 06.00 s/d 24.00 wib
I RADIO
Interlude Setiap Rabu pukul 21.00 - 22.00 WIB
RADIO A 96.7 FM - Jakarta
Jazz Island - Setiap hari Rabu, pkl.20.00-21.00
Woman Radio 94.3 FM - Jakarta
Smart FM 95.9 FM - Jakarta
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 wib dan Sabtu pukul 15.00 wib
CLASSIC NEWS AND JAZZ (CNJ RADIO) 99.9 FM - Jakarta
24hours full jazz & classic

JAWA BARAT & BANTEN

88,2 FM Hot Radio - Serang
Pro 3 107.5 FM Bogor
Journey To Jazz" bersama Idang Rasjidi
KLCBS 100.4 FM - Bandung
Sepanjang hari - Senin sampai Minggu
MARA GHITA 106,7 FM - Bandung
Cafe Mara
Setiap Minggu pukul 22.00-24.00 WIB
SKY 90.5 FM - Bandung
Jazz Lounge
setiap hari Senin pukul 21.00-23.00.
RASE 102.3 FM - Bandung
Cooling down with easy listening jazz.. - Setiap hari Rabu 18.00 - 20.00 WIB
BUZZ Radio 89.7 FM - Bandung
Jazz Buzzing Thru...
Setiap Sabtu 22.00 - 24.00 WI
HER Radio 88.9 FM - Bandung
Setiap hari Senin-Jumat 06.00-10.00, 16.00-17.00, 18.00-20.00 WIB
Setiap Senin-Minggu 13.00 -14.00 WIB
HardRock FM - 87.7 Mhz - Bandung
TRIJAYA 91.3 FM - Bandung
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
OZ 103 FM - Bandung
Jazzyozzie
MGTFM 101.25 - Bandung
Jazz Hour Mix - Setiap Minggu 18.00 - 20.00 WIB
DBFM 91.1 - Cirebon
Setiap hari Kamis - pukul 19.00 - 22.00 WIB

JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ARDIA FM Yogyakarta
Full jazz setiap hari. Managed 100% by WartaJazz.com
SWA 92.3 FM - Yogyakarta
"JAZZ WITH SWA", Setiap Minggu ke 2 dan 4, mulai pukul 21.00 - 23.00
"PROGRESSIVE WITH SWA" Setiap Minggu ke 1 & 3, mulai pukul 21.00 - 23.00
GERONIMO 106.1 FM - Yogyakarta
Tiap Rabu Malam Pkl 20.00 - 21.00 WIB
RASIALIMA FM - 89.7 Mhz - Yogyakarta
Tiap Kamis malam Pkl. 21.00 - 22.00 WIB
SWARAGAMA FM - Yogyakarta
Channel 5 FM - 94.6 Mhz- Yogyakarta
Tiap Senin malam Jam 21.00 - 23.00
BIKIMA FM - Yogyakarta
UNISI FM - Yogyakarta
PRO3 103 FM - Yogyakarta
Jazzy Tunes
Setiap Rabu 20.45 - 22.00 WIB
TRIJAYA 97.0 FM - Yogyakarta
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
MTV 88.7 FM - Yogyakarta
SAS FM - Solo
SMART 93.4 FM - Semarang
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00
TRIJAYA FM Semarang
SS Smooth Jazz 105.1 FM, Semarang
BSP 103,7 FM, Pekalongan
1. THE HISTORY OF JAZZ - setiap hari jam 08.00 ; 13.00 ; 22.00
2. MUSIKALITAS - setiap hari minggu jam 22.00-24.00

JAWA TIMUR

Suara Surabaya 100 FM, Surabaya
SCFM 104.75 FM - Surabaya
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
RADIO DELTA 96.8 FM - Surabaya
Jazz, Jazz, Jazz bersama Gilang Ramadhan & Benny Likumahua
Setiap Rabu pukul 21.00 - 24.00 WIB
HardRock FM - 87.7 FM - Surabaya
Tiap Minggu malam Pkl. 21.00 - 22.00 WIB
Q Radio - Surabaya
KOSMONITA 95.4 FM - Malang
"KOSMO CORNER" setiap Sabtu sore Pkl. 16.00 - 18.00 WIB
PRO3 FM - Malang
MAS FM - Malang
Jazzy Corner Setiap Sabtu, 12.00~14.00 WIB
101.3 MFM = it's my life - Malang
WIJAYA KUSUMA FM - MADIUN
BALI & LOMBOK

HardRock FM - 87.8 Mhz - Denpasar
Super Radio 102.3 FM - Denpasar
Setiap hari Sabtu pukul 14.00 - 18.00 WITA
Kuta Radio 106 FM, Denpasar
Setiap Kamis pagi jam 01:00 - 04:00 WITA
FBI 91.8 FM - Denpasar
Setiap Senin-Minggu pukul 20.00 - 22.00 wita.
LCBS 96.00 FM - Lombok
Setiap Rabu pukul 18:00 – 19:00 WITA

SULAWESI

MERCURIUS Top FM - Makassar
DELTA 99.2 FM - Makassar
deltaJAZZ - Setiap Senin mulai pukul Pkl. 20:00 – 21:00 Wita.
SMART 101.1 FM Makasar
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00
SMART 101.2 FM Manado
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00

KALIMANTAN

PRO2 FM - 97,6 Mhz Samarinda
Tiap Minggu malam Pkl. 21.00 - 23.00 WITA
MITRA 102.7 FM Samarinda
Setiap Jumat pukul 21.00 WITA
HEARTLINE 98.8 FM - Samarinda
MAHAKAM 101.1 FM - Samarinda
NBI Rasisonia 103.1 FM - Bontang
BISI Balikpapan
97,00 FM Balikpapan
SMART 97.8 FM Balikpapan
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00
96,9 FM Tarakan
96,9 FM Kabupaten Pasir
96,9 FM Kabupaten Berau
VOLARE 103,4 FM - Pontianak
In the Mood of Jazz - Setiap Kamis mulai pukul 21.00 - 23.00 WIB
VISTA 92.4 FM Pontianak
SMART 101.1 FM Banjarmasin
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00

PAPUA

MERCURY CBS 102.3 FM - Biak, Papua
Setiap Selasa pk.22.00 - 23.00 WIT

5:34 AM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Profil Musisi Jazz Indonesia
Indonesia, diam-diam, memiliki musisi jazz yang tak bisa diangap enteng. banyak musisi jazz kita yang telah diakui eksistensinya di manca negara. Berikut adalah profil musisi jazz Indonesia, yang kami rangkum dari berbagai sumber.
--------------------------------------------------------------------------------

Sejarah Musik Jazz di Indonesia
Jazz telah mengalami perjalanan yang cukup panjang di Tanah Air. Bagaimanakah sejarah perkembangan musik jazz di Indonesia? Bagaimanakah sejarah perkembangannya?
--------------------------------------------------------------------------------

Album Rekaman Jazz Indonesia
Album jazz Indonesia telah banyak diluncurkan. Sekalipun tak begitu banyak jumlahnya, tapi memiliki penggemar yang loyal dan fanatik. Apa-apa saja album jazz Indonesia yang telah diluncurkan?
--------------------------------------------------------------------------------

Festival Jazz di Indonesia
Simak informasi lengkap tentang festival jazz di Indonesia, mulai dari Jakarta International Jazz Festival, hingga Jakarta Open Jazz Festival. Informasi tentang even musik jazz lainnya juga kami hadirkan untuk Anda.
--------------------------------------------------------------------------------

Kliping Jazz Indonesia
Banyak informasi tentang jazz Indonesia yang telah dirilis di berbagai media. Inilah kumpulan artikel tentang jazz Indonesia yang kami rangkum dari berbagai media.
--------------------------------------------------------------------------------

Klub & Media Jazz di Indonesia
Sekalipun jazz krang begitu berkembang di Indonesia, namun di berbagai penjuru Tanah Air, bertebaran klub-klub jazz. Semua itu tak lepas dari peran para pencinta jazz Indonesia sendiri.
Buku Tentang Jazz Indonesia
Tak banyak buku-buku tentang jazz yang diterbitkan di Indonesia. Di sini kami sajikan beberapa buku tentang jazz Indonesia yang pernah dirilis. Buku ini cukup menarik, dan bisa menjadi referensi bagi Anda untuk memahami sejarah perkembangan jazz di Tanah Air.

5:44 AM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Down Beat
Down Beat adalah salah satu majalah jazz terkenal, asal AS, yang mengulas tuntas jazz & blues. Hadir setiap bulan dengan sajian informasi aktual dan ekslusif kepada pembacanya yang tersebar di seluruh dunia.
Jazziz
Jazziz memiliki sajian informasi jazz yang lengkap. Kalau Down Beat mengulas jazz&blues, maka Jazziz hanya memfokuskan pemberitaannya kepada jazz. Hadir setiap bulan, dan saat ini situs majalah jazz ini dapat Anda akses melalui jaringan internet. Sayang, informasi jazz yang disajikan oleh Jazziz tak dapat Anda akses melalui situsnya.
Jazz USA
Kalau informasi tentang perkembangan jazz di Amerika Serikat yang sedang Anda cari, maka majalah ini dapat Anda jadikan referensi. JazzUSA menyajikan informasi dan perkembangan aktual seputar jazz di Amerika.
All Music Guide
All Music Guide adalah salah satu database tentang musik yang paling lengkap. Beragam informasi musik tersaji secara sistematis dan memiliki navigasi web yang sangat bagus. Di samping jazz -- yang memiliki database yang lengkap, situs ini juga menyediakan informasi tentang semua aliran musik dengan lengkap dan terperinci.
Jazz Online
JazzTimes
All About Jazz
Any Swing Goes
Bird Lives
Coastal Jazz and Blues Society
Ekrano Magazine
Jazz & Blues Report
Jazz Chronicles
Jazz Facts
Jazz Friends Review
Jazz Guitar Online
Jazz Improv Magazine
Jazz Report
Jazzine, The
JazzScene
JazzView
Kansas City Jazz Ambassador Magazine
Swingin' Down the Lane
.

5:46 AM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

This Week Last
Week Weeks
on Chart Title Artist Label
1 1 The Way You Move Kenny G feat Earth Wind and Fire Arista
2 1 Believe in me 3rd Force Higher Octave
3 1 Pacific Coast Highway Nils Baja
4 1 Ooh la la Jeff Lorber Narada Jazz
5 1 Use Me Carol Duboc Gold Note
6 1 Night Riders Andre Delano 7th Note Ent
7 1 Hurry Hurry Pete Belasco Compendia
8 1 Twisted Cupid Slow Train Soul Tommy Boy
9 1 Wings of Spring Steve Oliver Koch Records
10 1 You Are Everything Vanessa Williams Lava
11 1 Kal-E-Fornia David Lanz Decca
12 1 Bayside Bobby Wells BW
13 1 That's The Way of The World Nelson Rangell Koch Records
14 1 Work To Do Average White Band Liquid 8
15 1 How Does It Feel? Anita Baker Blue Note
16 1 Round Midnight Andy Summer feat Sting Fuel
17 1 For Your Love Lin Rountree feat Tim Bowman BDK
18 1 My Boo Urban Knights Narada Jazz
19 1 Ain't No Need To Worry Rubben Studard feat Tina Campbell J Records
20 1 Autumn song Incognito Narada Jazz

5:53 AM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Java Jazz Festival 2006:
Dari Herbie Hancock Hingga Manhattan Transfer
Rabu, 26 Oktober 2005, Pukul 13.05 WIB

Awal Tahun 2006 mendatang, tepatnya pada tanggal 3 - 5 Maret 2006, bertempat di Jakarta Covention Center (JCC), Jakarta International Java Jazz Festival 2006 (JJF) akan kembali digelar untuk kedua kalinya. Siapa-siapa saja yang tampil di panggung JJF 2006?

Kisah sukses pelaksanaan JJF 2005 lalu, agaknya menjadi motivasi pihak panitia untuk menggelar event serupa yang lebih besar lagi. Hal tersebut bisa dilihat dari pendekar-pendekar jazz yang bakal tampil di JJF 2006.

Sejumlah nama besar di jagat musik jazz -- beberapa di antaranya masih dalam tahap konfirmasi, dipastikan akan tampil menghibur publik jazz Tanah Air. Sebut saja Jhon Scofield, Herbie Hancock, Kool & The Gang, Larry Carlton, Lee Ritenour, Marcus Miller, Mezzoforte, Jamiroquai, Manhattan Transfer, hingga Diane Schuur.

Para pendekar jazz Indonesia juga bakal menghiasi panggung-panggung JJF 2006. Mereka adalah Bubi Chen Quartet, Benny Likumahuwa Jazz Connection, Indra Lesmana, Krakatau Featuring Richard Elliot, Oele Pattiselano & Friends, Vicky Sianipar World Music, Ireng Maulana All Stars, dan masih banyak lagi.

Di samping menghadirkan berbagai panggung jazz, seperti dirilis di Official Homepage JJF, JJF 2006 juga akan menggelar serangkaian program lainnya yaitu Jazz in The Campus dan Jazz Workshop. Kedua acaranya dihadirkan dalam rangka sosialisasi jazz kepada masyarakat luas.

Nah, agaknya JJF 2006 layak masuk dalam agenda komunitas jazz Indonesia di awal tahun depan. Siapa yang paling Anda nantikan di JJF 2006? (ymn)

Info Selengkapnya : Official Homepage JJF 2006

11:11 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Jazz dan Musik Pembebasan
Oleh : Suka Hardjana*

If de blues was whiskey I'd stay drunk all de time.

KETIKA aku lahir, ayahku Willie Armstrong dan ibuku Mayann tinggal di gangkecil, James Alley. Jaraknya hanya satu blok dari Back o'Town, wilayah padat dari kota New Orleans. Wilayah-wilayah lainnya adalah Uptown, Downtown dan Front o'Town.

James Alley terletak persis di tengah-tengah daerah rawan yang dijuluki
daerah Medan Perang, karena seringnya terjadi kerusuhan dan perkelahian. Daerah itu benar-benar padat. Di sanalah tinggal orang-orang gereja, penjudi, penjaja jalanan, para gembel, maling, pelacur dan begitu banyak anak-anak kecil. Bar-bar, pedagang kelontong, salon dan lalu-lalang perempuan-perempuan pemikat yang menawarkan jasa untuk dikencani.

Ibuku bilang, ketika aku lahir pas ada keributan besar yang menimbulkan korban. Tepatnya tanggal empat Juli. Hari libur besar di New Orleans, kapan segalanya bisa terjadi. Mereka merayakannya dengan pistol, senapan, atau senjata apa saja yang bisa ditenteng.

Ketika aku lahir, emak dan babeku tinggal bersama nenek, Ny Josephine Armstrong (puji Tuhan!). Tapi mereka tak lama tinggal bersama. Mereka suka mempertengkarkan hal-hal yang brengsek. Akhirnya emak minggat
meninggalkan aku dengan nenek. Bapakku pergi entah kemana dan hidup dengan perempuan lain. Ibuku lantas tinggal di Jalan Liberty and Perdido yang bersebelahan dengan tempat para pelacur-pelacur murahan. Aku tak tahu, apa ibuku juga mesum. Seandainya ya, tentu saja ia tak akan membiarkan aku mengetahuinya."

Itulah potongan ceritera asli Louis Armstrong, tahun 1900. Pemusik jazz kenamaan yang biografinya ditulis dalam buku The Riotous Story of the One and Only SATCHMO LOUIS ARMSTRONG (Signet Books The New American Library of World Literature, Inc.:1955). Sekelumit penggalan cerpen asli pejazzi terkenal yang dijuluki 'Satchmo yang Agung' itu sedikit memberi gambaran latar belakang citra kumuh awal-awal perkembangan musik blues ke jazz pada masa itu. Kalau dua potong baris teks lagu dalam bahasa prokem Negro-Amerika di awal tulisan kita ini kita terjemahkan, maka suasana harafiahnya kira-kira begini: Andaikan blues itu wiski - akan kureguk ia sampai teler! Itu bayangan dunia jazz kira-kira seabad yang lalu. Sekarang? Bagaimana, misalnya, kok seratus tahun kemudian, tiba-tiba ada festival musik jazz di Jl James All.., eh Jalan Rasuna Said -Kuningan, Jakarta? Apa hubungannya?

Kelahiran jazz
Para ahli penyidik sejarah musik secara umum memang sepakat, bahwa tahun 1917 dianggap sebagai tahun kelahiran musik jazz. Pasalnya sederhana. Itulah untuk pertama kali kata JAZZ dilabelkan di
selebaran-selebaran acara, siar pertunjukan, dan rekaman musik. Lalu karena listrik juga belum lama byar, temuan mesin-mesin baru seperti auto-mobil (1877) sedang thok-cer, dan yang terpenting gramaphon (1887) dan radio (1902) sedang ngetrend, maka tak pelak lagi wabah jazz menyebar luas kemana-mana. Mirip seperti zaman sekarang. Yakni ketika segala macam bentuk musik pop-rock, elektronik dan komputer mengakomodasikan diri ke dalam segala macam penyakit zaman, film, tv, video, kaset, CD, komputer dan macam-macam alat sambung rasa digital-elektronik lainnya yang sedang berkuasa. Kata Marshall McLaughan, alat itu menentukan pesan.

Musik lantas menjadi alat komunitas informasi sosial masyarakat industri yang serba konformistis, tidak seperti zaman keemasan budaya musik klasik dan romantik Eropa sebelumnya. Seniman dianggap insan unggulan. Petentang-petenteng di atas pentas menuruti citranya sendiri. Masyarakat yang tak ngerti dicap bego dan dianggap tak paham kebudayaan. Dapat dipahami bila musik jazz kemudian dipercaya dapat memberi rasa baru kebebasan. Mottonya sejak awal memang kebebasan dan pembebasan. Jazz untuk semua dan semua untuk jazz!

Tapi jangan salah paham. Jazz itu yang pertama-tama adalah gerakan seni untuk hidup bagi orang-orang yang terlantar, tertindas dan terlupakan. Makanya jazz selalu saja menarik simpati dan dipihaki banyak orang. Jazz merupakan musik yang memberi energi baru untuk tetap hidup dan eksis. "Jazz membangun kepekaan kita akan seluruh kesemestaan hidup", kata Alvin L Kershaw, seorang komentator tv kenamaan (Marshall W. Stearns, The story of Jazz, Oxford UP: 1970). Jazz itu berwatak spontan. Anti-mapan dan selalu mencari jalan keluar. Improvisasi adalah kiat utamanya. Makanya jazz selalu terbuka terhadap perubahan dan masukan.

Main jazz itu seperti main bola sepak. Kalau Anda tidak bebas dan tertekan, Anda sulit bisa menyepak-nyepak bola. Jazz juga begitu. "Harus punya spirit untuk memenangi kehidupan dan bukan menjadi pecundang yang degradatif", kata saxophonis Archie Shepp.

Masalahnya, seperti dalam permainan bola sepak, bukan hanya sistem,
penguasaan teknik, latihan dan kebersamaan kolektif saja yang penting.
Kebebasan berkemandirian untuk menentukan pilihan jalan keluar buat
memilih keputusan dalam berpikir dan bertindak itu secara fundamental
sangat penting dan perlu dalam permainan jazz maupun bola. Itulah yang dipercaya sebagai prinsip seni berimprovisasi (yang bertanggung jawab). Tanpa itu Anda tidak bisa membuat "goal", dan kalah melulu. Seluruh sistem, latihan, pengetahuan, kolektivitas perjuangan apa pun lantas akan jadi sia-sia dibuatnya. Bahkan, kebebasan dalam kemandirian itulah yang sebenarnya menjadi sistem utama (improvisasi) dari "sistem" seni musik jazz. Hubungan antara seni improvisasi yang menjadi roh dalam musik jazz itu dapat diibaratkan bagai hak asasi manusia dalam demokrasi. Bisakah kita bermain demo..., eh jazz? Tengoklah dulu cara permainan "improvisasi"mu!

Bebas

Malam itu, masih di seputar hingar-bingar Jakjazz '97, trombonis Benny
Likumahua bertindak sebagai pemain sekaligus MC (artinya manusia
cas-cis-cus). Dia bilang: "Para penonton, tamu kita malam ini adalah orang termuda di antara kita". Maka dipanggilnyalah tamu kita yang termuda itu. Pianis Bubi Chen, yang umurnya telah berkepala 6. Benny memperkenalkan: "Inilah arek Suroboyo kita, Bubi Chen. Kalau siang dia narik gerobak, muter-muter jual bakmi. Kalau malam main jazz. Kalau siang dia itu Cina, kalau malam jadi Jawa". Penonton gerrr. Bubi hanya nyengir, tidak tersinggung. Ia dan penonton tahu itu gurauan ngejazz para insan jazz yang telah biasa dengan alam pikiran bebas. Bukan SARA. Lalu mulailah jari-jari Bubi Chen menari-narikan melodi The Autumn Leaves di atas bilah-bilah piano. Apik dan jazz beneran.

Lalu tamu berikutnya juga dipanggil naik pentas. "Hallo everybody...., hallo Indonesia.... we are happy people. We're goin to happy-happy saja ya malam ini. We got everything here in Indonesia.... Apa yang dia orang punya di Amerika, kita juga punya semua di sini, yeah.... Di sana ada jazz, kita juga punya Jakjazz. Di sana ada Bill Clinton, di sini ada Bill Saragih..... Mereka punya Frank Sinatra, kita punya Frank Sumatra...." Penonton gerr, dan ia mulai berjingkrakan sambil memainkan flute-nya yang enak dan menyanyikan lagu I got you all under my stage yang terus menerus diplesetkan sekenanya kesana-kemari dengan suara serak baritonnya yang masih enak dan jazzi.

Giliran Titiek Puspa naik pentas, dengan gaya genitnya dia bilang: "Hallo penonton semua, anak-anakku, cucu-cucuku, saya juga happy, kita semua happy.... malam ini kakek-kakek, nenek-nenek, larut malam begini disuruh Ireng (Maulana) naik pentas main jazz..... aduh senangnya.... Saya mau menyanyikan lagu lama yang dulu ketika pertama kali saya nyanyikan, saya yakin kalian semua (sambil menunjuk para penonton) belum ada yang lahir. Lagunya.... saya lupa namanya". Lalu dia tarik suaranya dengan gayanya yang masih jreng!

Begitulah kira-kira suasana alam pemusik jazz itu. Ceria, spontan dan penuh persaudaraan. Mestinya cocok untuk orang Indonesia yang terkenal ramah, suka bersahabat (kalau lagi nggak ngamuk!) dan yang dalam cara hidupnya selalu saja berimprovisasi dari hari ke hari. Tapi mengapa musik jazz di Indonesia yang sebenarnya sudah mulai dikenal di sini sejak tahun 1930-an itu tak juga kunjung pesat majunya? Mengapa jazz di Indonesia tak juga tumbuh subur sebagaimana musik-musik populer lainnya? Jawabnya tentu tak sekadar terletak pada perbedaan akar budaya. Sejak tahun 1960-an jazz telah berkembang di mana-mana dengan baik. Jazz bahkan berakulturasi dengan berbagai budaya lain, seperti Eropa dalam hal orkestrasi, teknik, dinamik dan ritme, dengan Asia Timur dalam struktur nada, melodi dan ekspresi tata nilai tradisi. Sementara dengan Afrika bahkan sejak awalnya jazz memang telah bersintesa dengan elemen-elemen dasar budaya rakyat. Dengan Indonesia, mengapa kurang berkembang?

Jawabnya, barangkali terletak pada elemen-elemen struktural yang lebih pelik dari tata nilai dan tata pikir masyarakat luas yang lebih mendasar. Biar saja pertanyaan ini mengambang. Seperti Anda, saya tak ingin menjadi orang pertama yang dimarahi orang banyak, karena dikira menyinggung. Seperti Anda,... kita cari selamat sendiri-sendiri sajalah!

*Pemusik

Sumber : KOMPAS, Minggu, 23-11-1997. Hal. 21

11:16 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Bisnis Rekaman Musik Jazz, Berjalan
Karena Kecintaan
Oleh : Rakaryan S dan Theodore KS *


MENYEDIHKAN! Di tengah ajang pesta musik jazz, ketika banyak orang yang belum tentu adalah penggemar jenis musik ini datang ke Jakjazz '97, ternyata tak satu pun kios penjual kaset jazz bisa ditemukan di sekitar arena. Padahal, Jakjazz sesungguhnya bisa menjadi ajang untuk menarik lebih banyak lagi penggemar musik masuk ke musik jazz.

Pemandangan seperti ini jelas berbeda sekali dengan di berbagai festival jazz internasional lainnya. Di North Sea Jazz Festival yang sudah ternama itu, lantai bawah kompleks arena pertunjukan bahkan disediakan untuk para penjual kaset jazz. Tak kurang daripada 10 "kios" penjual kaset bisa ditemukan di sana, masing-masing bertanding dalam hal kelengkapan koleksi kaset/CD para pemusik jazz. Tempat ini pulalah yang menjadi tempat kunjungan "kedua" setelah para penonton menyaksikan penampilan seorang artis. Dari situlah hubungan lebih erat antara si artis dengan si pendengar akan terjalin.

Tiadanya "kios" kaset di arena Jakjazz sesungguhnya sudah terjadi bertahun-tahun sepanjang penyelenggaraan Jakjazz. Jika tahun ini pun masih begitu, itu salah satu petunjuk belum adanya perbaikan.

Dahulu, hal yang sering menjadi alasan adalah karena ketiadaan produk rekaman musik jazz. Yang dimaksud tentu saja produk rekaman pemusik jazz lokal, karena produk rekaman pemusik jazz internasional tidak pernah mengenal kata surut. Kalau sekarang hal itu masih dijadikan alasan, rasanya tidak mengena. Dalam setahun ke belakang ini, para pemusik jazz lokal mulai rajin mengeluarkan produk rekaman. Rekaman pianis andal Bubi Chen, misalnya, kini sudah bisa dikoleksi lebih daripada lima buah. Setelah mengeluarkan album Virtuoso yang berbobot, perusahaan rekaman PT Suryanada Record mengeluarkan koleksi album Bubi memainkan lagu-lagu yang lebih ringan dalam paket Nice n'Easy.

"Tidak mudah menjual rekaman jazz sekarang ini," kata Lodhy Surya, salah seorang pimpinan di Suryanada Record. Dia menggambarkan, kaset Bubi Chen Virtuoso terjual hanya 5.000 buah, sementara kaset kelompok Simak Dialog bertajuk Lukisan terjual hanya 2.000 buah. Kaset jazz Barat bahkan ada yang terjual di bawah 1.000 buah, misalnya kaset Oscar Peterson. Meskipun demikian, kaset Michael Frank bisa terjual hingga puluhan ribu.

Kalau bukan karena kecintaan yang begitu mendalam terhadap musik jazz, Lodhy mengungkapkan, dia tidak akan mau terus mengeluarkan rekaman kaset jazz.

Hal yang sama juga disampaikan Chico Hindarto, produser independen yang memproduksi album solo gitaris Dewa Bujana. Album berjudul Nusa Damai yang diproduksi hanya dalam bentuk CD tersebut dibuat sebanyak 1.000 buah. Sejak tiga bulan lalu dijual di pasar, hingga kini terjual 400 buah.

"Lumayanlah. Untuk penjualan CD angka itu sudah cu-kup baik. Tadinya saya memperkirakan dalam satu tahun baru bisa menjual 500 CD," kata Chico yang juga pembawa program musik jazz tetap di radio ARH Jakarta.

***

USAHA untuk menerbitkan rekaman yang berbau jazz juga dilakukan Aquarius Musikindo, yang belakangan ini sedang sukses dengan rekaman grup Dewa 19 dan grup Potret. Beberapa waktu yang lalu perusahaan rekaman ini juga sempat menerbitkan rekaman grup Singiku dengan lagu-lagunya yang jazzy.

"Tentu saja hasil penjualan Singiku bukan bandingan Dewa 19 atau Potret. Tapi saya pribadi senang dengan musik grup ini dan mereka ternyata sangat berhasil di panggung," kata Suwardi Wijaya dari bagian pemasaran Aquarius Musikindo.

Kalau Dewa 19 bisa terjual hingga 500.000 kaset, sementara Potret 100.000 kaset, Singiku hanya puluhan ribu saja. Menurut Suwardi Wijaya, bukan hanya rekaman penyanyi dan grup musik Indonesia yang begitu lemah di pasar dibanding rekaman lagu pop, rekaman penyanyi asing juga tidak berbeda jauh.

"Secara umum hasil penjualan rekaman jazz sekarang ini tidak besar. Kecuali nama-nama tertentu," tambah Suwardi, sambil memberi contoh bahwa CD rekaman permainan gitar jazznya Dewa Bujana yang diedarkannya cukup mendapat perhatian dan dalam waktu singkat terjual 400 buah.

Hal tersebut senada dengan pernyataan Ripah Dewanti, asisten label-manager BMG. Perusahaan rekaman BMG mengedarkan produksi GRP, perekam yang khusus hanya mengerjakan musik jazz.

"Untuk penyanyi seperti Phil Perry atau George Benson memang bisa terjual sampai puluhan ribu kaset dalam jangka waktu yang panjang. Dalam peredaran pertama, biasanya kami lemparkan ke pasar 5000 kaset. Tapi ada juga yang untuk pertama kami edarkan hanya 1000 kaset saja," ujar Ripah.

Salah satu grup baru yang se-dang dipromosikannya adalah Total Touch, yang kebetulan akan tampil di Jakjazz tanggal 8 dan 9 November. Tapi Ripah belum bisa memastikan apakah musik R 'n B yang dimainkan grup itu bisa menarik pembeli kaset.

Perusahaan rekaman Granada yang pada tahun 70 dan 80 menjadi salah satu perekam lagu jazz yang cukup disegani, sekarang nyaris menghentikan produksi lagu-lagu jazz yang baru. Tersiksa lagi yang mengorbitkan nama Utha Likumahuwa awal tahun 80-an, serta serangkaian rekaman Ermy Kullit, Ireng Maulana dan yang lainnya berasal dari Granada Records.

"Tidak mudah memproduksi sebuah rekaman lagu jazz yang bisa laku di pasar. Jika penyanyi sudah punya nama, honornya puluhan juta. Kalau penyanyi-nya pendatang baru, biaya promosinya juga harus besar, sementara omset penjualannya sangat tidak menjanjikan. Jadi sekarang kami lebih banyak memproduksi lagu pop," kata Wendy Aji Sutantio, direktur pemasaran PT Indo Semar Sakti, induk perusahaan yang membawahi sejumlah perusahaan rekaman: Kings, Bulletin, Billboard, Aruna, dan Granada Records.

Menurut Wendy, biasanya honor seorang penyanyi yang sudah terkenal berkisar antara Rp 10 hingga Rp 25 juta. Sementara penata musik jazz ternama meminta pembayaran sekitar Rp 20 juta musik 10 hingga 12 lagu.

"Jadi dengan angka-angka itu, sangat sulit bagi kami untuk memproduksi lagu-lagu jazz sekarang. Seperti diketahui, omset penjualan kaset di Indonesia dewasa ini merosot antara 40 hingga 50 persen," tambah Wendy.

***

GAMBARAN buram industri rekaman musik jazz pada saat ini tentu sangat kontras bila dibandingkan dengan tahun 1970/ 1980-an lalu. Pada saat itu banyak lagu-lagu bernuansakan jazz yang populer. Misalnya Api Asmara Margie Seeger terjual puluhan ribu kaset. Tersiksa Lagi lewat suara Utha Likumahuwa juga terjual hingga 100.000 kaset. Memasuki era 80-an, pada tahun 1983 Enggo Lari yang dinyanyikan suara Jopie Latul terjual hingga 200.000 kaset. Lucunya, belakangan ini Jopie Latul justru sukses sebagai penyanyi dangdut.

Tahun 1986, Bhaskara, grup jazz kita yang pertama kali muncul di arena North Sea Jazz Festival, menerbitkan Bhaskara 86 yang juga cukup berhasil. Lagu-lagu seperti Betawi, Putri, Life Is Too Short To Worry menjadi sangat populer. Kaset Bhaskara itu konon terjual hingga 75.000 kaset. Sebuah angka yang sangat sulit, kalau tidak dikatakan nyaris mustahil, diperoleh sebuah rekaman jazz penyanyi Indonesia sekarang ini.

"Sekarang ini memang tidak, tapi saya percaya pada suatu waktu nanti rekaman jazz akan disenangi lagi. Menurut saya, sekarang ini trend musik rekaman sangat bervariasi. Sayangnya jazz tidak termasuk di dalamnya," kata Johanes Soeryoko dari Aquarius Musikindo, yang pada tahun 70 dan 80-an gencar merekam Jopie Item, Embong Raharjo, Karim Suweileh dan pemusik-pemusik jazz lainnya.***

* Wartawan Kompas dan Pengamat industri musik

Sumber : KOMPAS, Minggu, 09-11-1997. Hal. 20.

11:19 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

jazz radio online


Welcome to KKJZ 88.1 FM
Classic jazz radio station with a monthly programming theme. Online stream
available in RealAudio and MP3.
www.kkjz.org/ - 31k - Cached - Similar pages

Jazz88 FM - The World's Premier Jazz Radio Station, NYC and NJ
WBGO is America's premier jazz radio station serving the jazz capital of the
world - the New York/New Jersey Metro area.
www.wbgo.org/ - 15k - Cached - Similar pages

WWOZ New Orleans Jazz and Heritage Festival Radio
To make an online donation, please do so via our Secure Online Donation System:
Make a donation to WWOZ ... New Orleans Jazz & Heritage Foundation ...
www.wwoz.org/ - 17k - Cached - Similar pages

jazzfm.com - for real jazz heads
jazzfm.com - The definitive site for jazz heads everywhere. ... A collection of
one hour radio programmes made by jazz afficionados... ...
www.jazzfm.com/ - 37k - Cached - Similar pages

Links: Jazz Radio On The Web
Jazz Radio Online | Public/Independent Radio Online | Classical Radio Online |
Blues Radio Online | International Radio Online | Electronic/New Music Online ...
www.counterpoint-music.com/links/radio.html - 89k - Cached - Similar pages

Live365 Internet Radio - Thousands of Free Online Radio Stations
Live365 Internet Radio - thousands of free online radio stations.
www.live365.com/ - 2k - Cached - Similar pages

BBC - Music - Jazz
Jazz Line Up · Music on BBC Four · Jazz Connection at BBC Wales. elsewhere on
the web: ... Sat 31 Dec 6.00 pm Radio 3. Jez, Jazz on 3's Best of 2005 ...
www.bbc.co.uk/music/jazz/ - 34k - 22 Dec 2005 - Cached - Similar pages

BBC - Radio Homepage |
You can listen to BBC radio online, via AM/FM and shortwave, and via DAB digital
radio and ... BBC Radio 3 Classical, Jazz, World, Arts, Drama. BBC Mundo ...
www.bbc.co.uk/radio/ - 26k - Cached - Similar pages

NPR Online- National Public Radio
See the top ten CDs chosen in our online poll, plus critics' picks. ... Long before
Ira Glass hosted his own radio program, he worked at NPR -- as an intern ...
www.npr.org/ - Similar pages

Online Jazz Radio with Ed Bradley
Listen online now to past broadcasts, read program scripts, or get a detailed
... Join Jazz at Lincoln Center Radio host Ed Bradley and listen to the show. ...
www.jazzatlincolncenter.org/radio/ - 22k - 23 Dec 2005 - Cached - Similar pages

Did you mean to search for: jazz radio online

The all time best Smooth Jazz tracks featuing artists like Sade, Joe Sample, ...
Timeless vocal artists that punctuate the art that is jazz. ...
www.netradio.com/ - 31k - Cached - Similar pages

Online Radio Stations with Internet Radio. Listen to Music Online ...
Radio and Music listings on our Internet Radio Station guide. RadioTower makes
it easy to listen to Internet Radio and free music online.
www.radiotower.com/ - 40k - Cached - Similar pages

KSBR JAZZ!FM88.5
Jazz! FM 88.5 KSBR Radio, Keeping Orange County Jazzed from Saddleback College
... Here's where you can listen online to programs in the Music Appreciation ...
www.ksbr.net/ - 10k - Cached - Similar pages

Listen to Free Online Jazz Radio Stations - Live365 Internet Radio
Jazz is a uniquely American style of music with roots in New Orleans. ...
aTTeNTioN sPaN raDiO 2 · jazz, hard bop, avant garde, CD 64k mp3PRO ...
www.live365.com/cgi-bin/directory.cgi?genre=jazz - 48k - 22 Dec 2005 - Cached - Similar pages
[ More results from www.live365.com ]

Smoothjazz.Com - Where Smooth Meets Jazz
Wine & Jazz Club ... PLAYLIST | HELP · Buy from Amazon.com. Join our Fan Club -
Enter Email Address:. Smoothjazz.com Radio is up and running again - Enjoy.
www.smoothjazz.com/ - 13k - Cached - Similar pages

Jazz Radio
I have removed the "Jazz Radio" links due to their addresses changing so ...
Encoded by me for 'Just Jazz'... On-line status will be rotated weekly ...
www.geocities.com/BourbonStreet/1114/jazradio.htm - 10k - Cached - Similar pages

jazz clubs worldwide. Net Radio
Internet jazz radio on line 24 hours a day, I also broadcast 6 hours every weekend
on the international radio here in Spain, covering the Costa del Sol and ...
www.jazz-clubs-worldwide.com/docs/radio.htm - 48k - Cached - Similar pages

Jazz Radio Station, Online Jazz Radio Station, Jazz Music Stations ...
Jazz Radio Station, Online Jazz Radio Station, Jazz Music Stations, Jazz Music
Online, Jazz Radio Music Station, AM Radio Station, Internet Radio Station, ...
www.123world.com/radiostations/index2.html - 21k - Cached - Similar pages

Listen
The greatest Jazz Songs and Artists of all time--Chosen by KKJZ's Members! ...
19:37, Scott Oakley God Rest Ye, Merry Gentlemen Jazz For the Holidays ...
www.jazzandblues.org/listen/ - 34k - Cached - Similar pages

WLIU 88.3 FM Jazz Radio Station Online
WLIU 88.3 FM is a jazz radio station on Long Island that broadcasts news, jazz
and public radio entertainment. WLIU broadcasts a blend of jazz and local and ...
Cardiff, Sandringham Hotel , jazz club. ... CafeJAZZ, as its name implies, is
Cardiff's leading jazz venue, and opened in 1998 within the established ...
www.sandringham21.fsnet.co.uk/ - 4k - Cached - Similar pages

Steamers Jazz Club and Cafe
Event and performance calendar, menu, photo gallery, and artist links provided.
www.steamerscafe.com/ - 11k - Cached - Similar pages

Wally's Cafe Jazz Club
Wally's Cafe is among the odest family owned and operated jazz clubs in America.
The club was established in 1947 and features live music 365 days a year.
www.wallyscafe.com/ - 5k - Cached - Similar pages

Cafe Jazz Society - Dixieland Band
Cafe Jazz Society began as a cooperative quintet in 1986. ... Cafe Jazz Society
dedicates this first CD effort to our senior member, Karl Schuessler. ...
www.angelfire.com/in2/cafejazzsociety/ - 4k - Cached - Similar pages

Jazz Lynx & Café Jazz - Canada's Smooth Jazz Connection
www.jazzlynx.net/ - 2k - Cached - Similar pages

www.cafejazzcardiff.com/
2k - 22 Dec 2005 - Cached - Similar pages

Sambuca Live Jazz Supper Club
Live jazz and eclectic atmosphere featuring locations and menus, catering
availability, special events, and job listings.
www.sambucajazzcafe.com/ - 2k - Cached - Similar pages

Jazz Cafe
Club featuring wide range of jazz performances, with dining and monthly jazz
dance sessions.
www.meanfiddler.com/displayPage.asp?PageID=387 - 58k - Cached - Similar pages

Red Cat Jazz Cafe - This Cat Can Jam
Features live jazz music and a weekly open poetry microphone. Offers event
schedule, online menu, and musician information.
www.redcatjazzcafe.com/ - 3k - Cached - Similar pages

The Jazz Cafe Live Music and Food venue
The Jazz Cafe, Reading, Berkshire, UK. A great restaurant and venue with live
Jazz, Funk, Blues, and Soul, plus DJ's, and fine food.
www.thejazzcafe.co.uk/ - 13k - Cached - Similar pag

9:12 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Mailing List Jazz Indonesia terbuka utk peminat/pendengar/pemusik/penggubah musik, atau siapapun, yg secara khusus membahas musik jazz, musisinya, & berita jazz, & secara umum membahas musik (apapun), diharapkan dpt memberi sumbangsih utk dunia musik khususnya musik Indonesia.

Dengan tergabung (jadi anggota) milis IndoJazz, anda dpt mengikuti & terlibat diskusi di IndoJazz & dapat menikmati fasilitas di website Milis IndoJazz: Chat, Calendar, Links, Database, Polls, Vault. (Rincian tentang ini diperoleh setelah anda tergabung)

Sedangkan tanpa menjadi anggota IndoJazz, anda tetap dpt melihat diskusi via web http://www.egroups.com/messages/indojazz , tapi tdk bisa terlibat diskusi.

PENDAFTARAN
-Kirim email kosong ke indojazz-subscribe@egroups.com ,atau
-Lewat web http://www.egroups.com/subscribe/indojazz .

Seluruh anggota Indojazz bebas menulis tanpa lewat moderator/sensor namun diskusi tetap dijaga dlm batasan pokok bahasan seperti disebut di atas.

Setelah menjadi anggota, anda bisa memilih salah satu dari 3 Tipe Keanggotaan yg sesuai dengan anda. Rata-rata di IndoJazz terkirim 5-15 EMAIL PERHARI. Pilihlah tipe yang cocok utk anda:

1. Tipe NORMAL: Anda akan menerima setiap email yang terkirim ke mailing list IndoJazz. Tipe ini cocok kalau anda rajin mengecek email (lihat jumlah email rata2 perhari).

2. Tipe DIGEST: Anda hanya akan menerima SATU EMAIL PERHARI, yang berisi kumpulan semua email yang terkirimkan ke mailing list IndoJazz dalam sehari. Pilihan ini untuk yg ingin membaca diskusi lewat email, tapi tdk mau menerima banyak email.

3. Tipe NOMAIL: Anda TIDAK MENERIMA EMAIL, (karena itu untuk membaca IndoJazz anda dapat melihatnya lewat http://www.egroups.com/messages/indojazz ) misalnya jika anda ingin berlibur/alasan lainnya. Namun anda tetap bisa ikut diskusi dgn mengirim tulisan ke indojazz@egroups.com .

-Pertanyaan,keluhan,saran,kritik, kirim ke indojazz-owner@egroups.com
-Keluar dari keanggotaan: kirim pesan ke indojazz-unsubscribe@egroups.com

9:21 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

JAZZ AID: Konser untuk Korban Tsunami

Minggu pagi 26, Desember 2004 ... 8.7 Skala Richter ... gelombang pasang dashyat Tsunami ... Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Nias, Sumatra Utara ... +/- 150.000 korban jiwa... DUnia terpana, Indonesia menganga ... Maha Besar kekuatan alam-Mu Ya Allah, Maha Besar kekuasaanMu Ya Allah ... Bencana dashyat kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah kehidupan umat manusia di masa kini pun menciptakan 'ladang amal' terbesar yang pernah diberikan oleh Yang Maha kuasa pada umat-Nya, dan mungkin akan menjadi 'ladang amal' terpanjang yang pernah terjadi, mengingat usaha pemulihan yang tengah dilakukan di daerah-daerah bencana oleh begitu banyak pihak juga merupakan usaha pemulihan "peradaban yang nyaris hilang"...

KlabJazz sebagai sebuah komunitas para peminat dan penggiat musik jazz yang notabenenya beranggotakan sekelompok kecil anggota masyarakat Indonesia ini pun terpanggil untuk berpartisipasi menggunakan 'ladang amal' yang tercipta akibat bencana dashyat tersebut,dengan cara yang paling sesuai dengan jati diri para anggotanya; Konser amal pertunjukan musik jazz untuk para korban tsunami.

Yang sebelumnya hanya sebuah gagasan spontan, penggagas sejenis dari ibukota menyentil komunitas jazz di kota Bandung untuk merealisasikan gagasan tersebut. Dan ternyata gagasan yang sama pun dicoba untuk direalisasikan di kotakota lain sesuai dengan kemampuan masing-masing komunitasnya. Jakarta, 22 Januari 2005 di TIM, Batam 25 Januari, Medan 26 Januari, Surabaya 29 Januari, dan Bali 6 Februari.

Untuk Bandung setelah dua minggu KlabJazz intensif melobi sana-sini; para pemilik gedung pertunjukan, musisi, mitra, dan para donatur pun menyanggupi untuk mendukung sepenuhnya gagasan Konser Amal Jazz untuk Korban Tsunami ini.

JAZZAID Konser untuk Korban Tsunami akan digelar pada

Tanggal 4 Februari 2005
Pukul 19.00 - 23.00 WIB
di Auditorium Pusat Kebudayaan Perancis - CCF
Jl. Purnawarman, Bandung.

Donasi awal: Rp. 20.000,-
(tanda terima digunakan sebagai tanda masuk)

dapat disalurkan melalui:

KlabJazz@COMMONROOM
Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung
Tlp. 022-2503404

atau

Pusat Kebudayaan Perancis - CCF
Jl. Purnawarman 32 Bandung
Tlp. 022-4212417 / 8

Menampilkan kawan-kawan:

ADJIERAO
AMIR ISHAK
BANDUNG STRING TRIO
F.A.K.T.A
4-ON-6 JAZZ TRIO
IMAM PRAS QUARTET
IMEL ROSALIN QUARTET
KLABKLASSIK
KRISHNAN MOHAMAD PROJECT
METTA LEGITA
MICHELLE EFFERIN QUARTET
PERKUSI ANAK JENDELA IDE
QORNAL MANAZIL
QUARTET RUMAH KOPI
THE STATEMENT
TIWI SHAKUHACHI
VOKAL GRUP MA 2
WHISPER NOT
Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan

CCF Bandung
Studio Musik Melodia
kaltimjazzlovers
Common Room
WartaJazz.com
B-Radio 95.6 FM Bandung
Mara Ghita 106.7 FM
Trijaya FM - Bandung 91.30 FM
KLCBS - Bandung 100. FM

9:34 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Anda penggemar jazz? Ingin mendapat rujukan segala macam informasi tentang musik jazz? Kunjungi saja wartajazz.com. Di situs ini jaminan dahaga Anda akan informasi jazz terhapuskan.


Wartajaz.com memang secara khusus menghadirkan segala macam informasi yang berkenaan dengan musik asal Amerika Serikat itu. Menurut pendirinya, mereka hadir setelah melihat fenomena hampir tidak ada media yang dapat menyediakan informasi Jazz secara komprehensif. Berangkat dari dasar pemikiran perlunya sosialisasi dimana salah satu elemennya adalah informasi, mereka berupaya menghadirkan informasi mengenai jazz secara lebih detail.

Situs ini punya tampilan yang sederhana dan menarik. Navigasinya juga tidak terlalu rumit didukung dengan tingkat kecepatan download. Sesuai janjinya, informasi yang disampaikan beragam, mdari Jazz News, Jazz Review atau resensi album Jazz, Jazz Birthday, Jazz Store, Sejarah dan Perkembangan jazz, Jazz Festival, Jazz Style, Sekilas Warta, New Releases, bahkan Wawancara dengan musisi atau artis jazz.

Mereka juga? Belakangan kami juga menyediakan SMS Jazz, sebuah program gratis berupa pengiriman informasi konser jazz via SMS dan juga menjual tiket-konser jazz. Dalam kegiatan offline-nya situs ini juga sering menggarap konser jazz di Indonesia dengan menghadirkan artis-artis ternama.

Menu berita di situs ini cukup sering di update. Bahkan, kontennya memiliki kedalaman karena ditulis oleh mereka yang benar-benar menyukai dan memahami musik jazz. Hampir tidak ada event jazz di tanah air yang lolos dari pemberitaan situs ini. Bahkan, aksi musisi jazz Indonesia di mancanegara juga tidak lewat diwartakan kepada penggemar jazz tanah air. Misalnya saja ketika Krakatau menggelar konser di Calle54 Madrid, Spanyol.

Satu lagi yang menarik dari situs ini adalah upayanya mengikatkan beberapa komunitas jazz di Indonesia seperti Jogja Jazz Club, Medan Jazz Community, Klab Jazz Bandung dll. Pokoknya, segala macam soal jazz, situs ini layak jadi rujukan.

9:40 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Anda penggemar jazz? Ingin mendapat rujukan segala macam informasi tentang musik jazz? Kunjungi saja wartajazz.com. Di situs ini jaminan dahaga Anda akan informasi jazz terhapuskan.


Wartajaz.com memang secara khusus menghadirkan segala macam informasi yang berkenaan dengan musik asal Amerika Serikat itu. Menurut pendirinya, mereka hadir setelah melihat fenomena hampir tidak ada media yang dapat menyediakan informasi Jazz secara komprehensif. Berangkat dari dasar pemikiran perlunya sosialisasi dimana salah satu elemennya adalah informasi, mereka berupaya menghadirkan informasi mengenai jazz secara lebih detail.

Situs ini punya tampilan yang sederhana dan menarik. Navigasinya juga tidak terlalu rumit didukung dengan tingkat kecepatan download. Sesuai janjinya, informasi yang disampaikan beragam, mdari Jazz News, Jazz Review atau resensi album Jazz, Jazz Birthday, Jazz Store, Sejarah dan Perkembangan jazz, Jazz Festival, Jazz Style, Sekilas Warta, New Releases, bahkan Wawancara dengan musisi atau artis jazz.

Mereka juga? Belakangan kami juga menyediakan SMS Jazz, sebuah program gratis berupa pengiriman informasi konser jazz via SMS dan juga menjual tiket-konser jazz. Dalam kegiatan offline-nya situs ini juga sering menggarap konser jazz di Indonesia dengan menghadirkan artis-artis ternama.

Menu berita di situs ini cukup sering di update. Bahkan, kontennya memiliki kedalaman karena ditulis oleh mereka yang benar-benar menyukai dan memahami musik jazz. Hampir tidak ada event jazz di tanah air yang lolos dari pemberitaan situs ini. Bahkan, aksi musisi jazz Indonesia di mancanegara juga tidak lewat diwartakan kepada penggemar jazz tanah air. Misalnya saja ketika Krakatau menggelar konser di Calle54 Madrid, Spanyol.

Satu lagi yang menarik dari situs ini adalah upayanya mengikatkan beberapa komunitas jazz di Indonesia seperti Jogja Jazz Club, Medan Jazz Community, Klab Jazz Bandung dll. Pokoknya, segala macam soal jazz, situs ini layak jadi rujukan.

9:43 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

”Pekan Jazz Priangan”
Bangkitkan Jazz Bandung

PIANO berwarna hitam pekat itu diletakkan di bibir panggung paling sudut. Bahkan, teramat ke sudut sehingga sang pianis terpaksa berimpitan dengan speaker, saat jemarinya memainkan nada-nada berirama jazz. Alfred Sugiri yang duduk di belakang piano itu, berhadapan dengan Rudy Aru, yang Sabtu (23/7) malam, memainkan bas akustik.


ALFRED Sugiri (kiri) pianis jazz termuda asal Bandung turut memeriahkan Pekan Jazz Priangan bertempat di TD'S Cafe Hotel Grand Preanger bersama Rudy Aru (bas) dan Opik (drum), HY/"PR"keduanya saling mengisi dengan improvisasi menarik. Sedangkan Opik mengawal beat di belakang drums set. Penonton pun berteriak senang saat mereka mengakhiri komposisi "Blame It on My Younth". Itulah konser pertama Alfred Sugiri, pianis muda Kota Bandung, yang tengah menapaki musik jazz di "Pekan Jazz Priangan" yang digelar Klab Jazz di TD's Cafe Hotel Grand Preanger.

Ratusan penikmat jazz memenuhi setiap sudut kafe. Bahkan, tak sedikit penonton yang harus puas menyaksikan atau hanya sekedar mendengarkan alunan musik dari serambi kafe.

Alfred Sugiri tampil membuka pergelaran itu. Ia bersama Rudy Aru dan Opik menyuguhkan sejumlah repertoir antara lain "Blame It on My Younth", "Bags Groove", "Moon River", dan Body and Soul".

Acara yang digelar sejak Senin (18/7) mulai pukul 19.30 WIB, menampilkan musisi-musisi jazz asli Bandung antara lain, Brew Ensemble, Discover, Klabklasik, Symbio, Fakta, The Statement, Lintas Jazz, Bandoeng Jazzy, Kanggep, Imam Pras Quartet, Amir Ishak Quartet, Imel and Friends, Tiwi Shakuhachi, Krisnan Mohamad, Aurum, Koalisi, Starlite, Bad Boy Blues, Trioscapes, Riza Arshad, dan Sri Aksana Sjuman serta gitaris senior Oele Pattiselanno. Hadir pula vokalis Syaharani yang memuncaki pergelaran bersama Imel & Amir Ishak Quintet.

Pertunjukan jazz selama 6 malam nonsetop, yang setiap sesinya menampilkan 4-6 grup itu, tidak hanya diikuti musisi yang sudah dikenal sebagai musisi jazz profesional Kota Bandung seperti Imam Pras, Imel Rosalin, dan Rudy Aru, tetapi juga menghadirkan nama-nama baru berbakat seperti pianis Alfred Sugiri yang baru berusia 14 tahun dan Zefa (10 tahun).

Dwi Cahya Yuniman, yang di kalangan komunitas jazz Bandung akrab disapa Niman mengatakan, "Pekan Jazz Priangan" digelar untuk menyediakan hiburan alternatif bagi warga Kota Bandung. Selain itu, sebagai wahana meningkatkan apresiasi warga kota terhadap musik jazz.

"Bagi musisi jazz Kota Bandung, yang saat ini semakin menampakkan talenta dan kepiawaiannya, Pekan Jazz Priangan juga merupakan sarana bermain sekaligus wahana untuk mencari bakat-bakat baru dalam musik jazz," kata Niman.

Bahkan, bagi musisi yang dinilai telah memiliki bobot, demikian Niman, rencananya akan direkomendasikan untuk turut serta pada event jazz akbar, "Bali International Jazz Festival", November mendatang.

"Diharapkan, pekan jazz ini bisa mengangkat kembali nama Kota Bandung sebagai kota para musisi jazz, baik untuk ukuran lokal, regional, maupun internasional," katanya.

Sementara itu, pengamat musik jazz asal Kota Bandung yang juga pengasuh Dapur Mara, Youngky menyatakan, "Pekan Jazz Priangan" merupakan salah satu point of interest yang ditawarkan pada publik Bandung. (Retno/"PR")***

9:45 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Menyepakbolakan Jazz, Membangun Komunitas
Lagu Still a Friend of Mine karya Incognito dilanjutkan dengan Satu Mimpiku milik The Groove mengalun lembut malam itu. Disusul kemudian lagu-lagu rancak beraliran jazz terdengar hingga larut.
Di teras rumah kelas menengah di kawasan perumahan Medokan Ayu Surabaya beberapa orang duduk-duduk di kursi. Ada yang terlihat nikmat mendengarkan lagu, ada yang berbincang-bincang serius.
Sementara di lantai dua terdapat sebuah ruang berukuran sekitar 4x5 meter persegi yang berfungsi sebagai studio. Peralatan seperti piano, drum, perkusi dan gitar serta perangkat sound system memenuhi ruangan itu. Menjelang larut malam, beberapa orang mulai memainkan alat musik. Mereka latihan bermusik beraliran jazz.
Pemandangan seperti itulah yang rutin terlihat di markas C.TWOSIX Jazz-Club, sebuah komunitas penikmat dan pemusik jazz di Surabaya.
"Selain latihan rutin, ini memang untuk persiapan pentas nanti di awal bulan Mei di Taman Surya Surabaya sebagai rangkaian peringatan HUT Surabaya," papar Pandu, sang pemain piano.
Ya, mungkin banyak yang terheran-heran. Biasanya di panggung-panggung terbuka apalagi sebuah hajatan bersama hanya menghibur masyarakat dengan suguhan konser dangdut atau rock. Tapi kini musik jazz sudah mulai dilirik. Apakah penyuka jazz di kota terbesar nomor dua di Nusantara ini lumayan besar? Atau memang ada pergeseran di masyarakat dalam menyukai jenis musik? Musik jazz kini rupanya memang sudah mulai ’memasyarakat’.
Para penggemar jazz yang bernaung di C.TWOSIX bisa jadi punya andil besar. Padahal beberapa tahun lalu musik jazz cenderung dianggap eksklusif. Tak semua orang bisa dan mampu melihat pertunjukan jazz, karena rata-rata digelar di hotel berbintang dengan tarif mahal. Dan kondisi itu memang yang menjadi misi utama C.TWOSIX, yakni ingin ’menyepakbolakan’ musik jazz. Seperti sepak bola, musik jazz diharapkan bisa dinikmati dan ditonton siapa saja. Dari segala umur dan segala lapisan masyarakat. Siapa pun ’punya hak’ untuk menikmati permainan sepak bola.
Tetapi kenapa dinamakan C.TWOSIX? Ternyata itu alamat rumah yang menjadi markas penyuka musik jazz di Jawa Timur. Di Medokan Ayu III C-26 (baca: C TWOSIX).
Di awal berdirinya C.TWOSIX Jazz-Club, 12 April 2003 itu komunitas ini punya 48 anggota. Mereka rajin mengadakan acara-acara jazz terbatas di lingkungan komunitas sendiri. Kebetulan banyak ’mantan mahasiswa 1980-an’ yang juga fasih bermusik atau bernyanyi ala jazzer profesional.
Ceritanya, Roedhi Poernama dan kawan-kawan yang tahun 1980-an merupakan penggemar-penggemar musik jazz. Kebetulan, tahun-tahun itu memang cukup marak pergelaran grup jazz di Tanah Air seperti Krakatau, Karimata, Emerald, Black Fantasy, Canizzaro juga musisi senior seperti Bubi Chen di berbagai kota di Jawa Timur. Roedhi, yang alumnus UPN Veteran Surabaya ini, mengaku sangat aktif menyaksikan konser-konser jazz. Lama-kelamaan tercipta komunitas penggemar jazz.
Roedhi dan kawan-kawan kembali teringat atmosfer jazz di Surabaya pada tahun 1980-an. Mereka sama-sama mengaku kesulitan menikmati konser jazz atau bahkan mengoleksi kaset atau CD jazz. Akhirnya para penggemar jazz ini sepakat untuk membuat komunitas jazz. Semacam paguyuban informal, sembari menikmati musik jazz.
Memang, dibanding Jakarta, penggemar musik jazz di Surabaya jauh lebih sedikit. Penyebabnya, event musik jazz di kota ini sangat jarang. Kalau pun ada, tempat pertunjukkannya selalu di hotel atau di pub-pub yang harga tiketnya tak terjangkau masyarakat umum.
Pertunjukkan musik jazz di Surabaya dengan tiket Rp 100.000 ternyata sangat sepi penonton. Tetapi, ketika ada pertunjukkan jazz dengan tiket Rp 50.000 langsung diserbu penonton.
Kenyataan itu menunjukkan faktor strata ekonomi sebagai penyebab rendahnya minat seseorang menonton pertunjukkan musik jazz. Untuk itu pula, ketika pada 1990-an di Surabaya ada pub yang khusus menghadirkan musik jazz (Jamz Jazz) tak mendapat sambutan masyarakat.
Di Jakarta sendiri, kelompok-kelompok penggemar musik jazz tumbuh seperti jamur. Jumlahnya sangat banyak, tapi setelah itu banyak juga yang mati di tengah jalan. Sedang di Surabaya, meski jumlah penggemar musik jazz tak begitu banyak tapi ada komunitas yang berdiri langgeng sampai sekarang. Bahkan setelah dua tahun berdiri, C.TWOSIX kini memiliki member lebih dari 400 orang.
Penyanyi jazz kenamaan Trie Utami terkagum-kagum setelah tahu di Surabaya ada komunitas penggemar musik jazz yang anggotanya begitu besar. Surabaya memang memiliki beberapa pemain musik jazz kenamaan, seperti Bubi Chen, (alm) Embong Raharjo, Mus Mujiono dan lain-lain. Tetapi mereka lebih banyak di Jakarta, karena di Surabaya dianggap kurang prospektif.
"Awalnya memang sedikit bimbang apakah mereka benar-benar sebagai penikmat musik jazz atau hanya sekadar mengisi kekosongan waktu saja," papar Priono Subardan, seorang penikmat musik jazz, yang juga sekretaris C.TWOSIX Jazz-Club Surabaya.
Keraguan itu muncul, saat pertama ia bersama rekan-rekan penikmat jazz mengadakan konser kecil-kecilan musik jazz di teras rumah markas C.TWOSIX, Juni 2003 yang bertajuk One Night Jazz. Beberapa waktu kemudian lokasinya digeser ke depan rumah. Dan kemudian mereka mulai ’berani dengan menggelar konser kecil di lapangan kecil di kawasan perumahan Medokan Ayu. Memang waktu itu banyak sekali yang datang menyaksikan konser jazz. Tapi apakah mereka penikmat sejati musik jazz, itulah yang menjadi tanda tanya Priono. Bukan apa-apa, ia bersama rekan lainnya yang sudah ’menyatu’ musik jazz hanya ingin tahu seberapa banyak kalangan masyarakat yang benar-benar penikmat musik jazz. "Hanya ingin tahu saja, ternyata mereka banyak yang suka musik jazz. Terbukti, meski berpanas-panas ria tapi tetap saja menonton," ujarnya.
***
DARI konser di lapangan Medokan Ayu itulah banyak dari penikmat jazz yang bertanya seputar kegiatan yang berkaitan dengan musik jazz. Bahkan seusai acara itu pihaknya didatangi wakil dari tim promosi dari salah satu perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur. Ia mengaku tertarik dengan kegiatan itu dan berminat untuk kerja sama. "Kalau sudah banyak yang bertanya dan minat dengan musik jazz tidak ada salahnya bila dibentuk semacam klub penikmat musik jazz," tambah Priono.
Di kawasan perumahan Medokan Ayu sendiri boleh dibilang banyak penikmat musik jazz, termasuk Roedhi Poernama yang kebetulan juga menjabat Ketua RW di lingkungan tersebut, selain sejumlah pengurus C.TWOSIX lainnya juga banyak yang bermukim di kawasan ini. "Suka karena lingkungan," kata Priono.
Karena banyak anggota klub yang rumahnya berdekatan, jadinya tiap malam mereka selalu kumpul. Rumah Roedhi yang dijadikan base camp pun akhirnya disulap seperti halnya kafe berikut teras rumah yang didesain panggung.
Insyafie Yuliansyah, wakil ketua C.TWOSIX mengaku, rumah Roedhi memang didesain sedemikian rupa menyerupai kafe. Ada meja bartender, lengkap dengan sejumlah kursi panjang dan deretan bangku kayu. Rencana kedepan, tempat itu akan dijadikan semacam kafe sekaligus markas bagi penikmat dan penggemar musik jazz. "Desain memang seperti kafe, santai enak untuk ngobrol sekaligus tempat untuk berkumpul," urai Insyafie.
Terlepas dari itu semua, sukses menggelar konser kecil di perumahan, jajaran pengurus C.TWOSIX terus berupaya untuk memasyarakatkan musik jazz. Tahun 2004 mereka menggelar ’Jazz Goes to Campus’ dengan lokasi di beberapa kampus di Surabaya. Karena menjalin kerja sama dengan sponsor, konser itu tak dikenai biaya. Kegiatan itu di luar dugaan memancing minat para penggemar jazz dari kalangan mahasiswa.
"Mahasiswa yang selama ini identik dengan musik rock atau pop, ternyata ketika kami datang, tak sedikit yang terus mengikuti acara kami bahkan diguyur hujan pun mereka tetap ikut menyanyi bersama," ungkap mahasiswa Stikom Surabaya ini.
Sukses ’Jazz Goes to Campus’ itu juga mengilhami C.TWOSIX untuk menggelar kembali event itu di awal tahun 2005 kemarin. (dio/iit/dos)
Rubrik Harian
Index Berita
Rubrik Mingguan
-- Bangka Pos Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Pos

9:49 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Indra Lesmana di Antara Jazz dan Pop


INDRA Lesmana menandai 25 tahun karier di belantika musik rekaman dengan meluncurkan album Silver by Indra Lesmana (Silver). Album terbitan BMG ini berisi 12 lagu karya Indra sejak tahun 1978 sampai 2004. Silver menjadi semacam album retrospektif yang membeberkan perjalanan Indra sebagai seniman jazz yang juga dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu pop.

TERSEBUTLAH komposisi jazz seperti Children of Fantasy, No Standing, Stephanie, sampai Bulan di Atas Asia. Selain itu, terdengar pula Indra dalam versi pop seperti Karina, Aku Ingin, sampai lagu terbaru Sedalam Cintamu. Lagu itu dibawakan Indra bersama Nania, finalis Indonesian Idol, sebuah acara pencarian bakat yang marak pada tahun 2004, di mana Indra menjadi salah seorang jurinya.

Indra (38) memang bermain di dua wilayah yang dari ukuran pasar dianggap berbeda, yaitu jazz dan pop. Pergaulan musik Indra pun cukup lebar dan luwes. Dia bisa bermain bersama Jimmy Haslip, pemain bas dari kelompok jazz Yellowjackets itu. Indra juga nyaman-nyaman saja bernyanyi dengan Nania, penyanyi yang namanya baru dikenal ketika televisi di negeri ini sedang laku menjual reality show berupa kontes nyanyi.

Indra lebih dulu dikenal sebagai pemain jazz-dan sungguh tak terduga ketika dia kemudian berani juga bernyanyi lagu-lagu pop. Dia memang tumbuh dari komunitas jazz yang dimotori ayahnya, Jack Lesmana. Akan tetapi sang ibu, Nien Lesmana, juga pernah dikenal sebagai penyanyi pop pada akhir era 1950-an hingga awal 1960-an.

Penikmat jazz di Jakarta pada tahun 1976 dikagetkan dengan penampilan Indra, jazzer bocah sembilan tahun yang memainkan keyboards dalam sebuah konser jazz di Taman Ismail Marzuki. Dia tampil bersama musisi jazz senior saat itu, seperti Jack Lesmana, Benny Likumahuwa, dan penyanyi Broery Marantika.

Belakangan, tahun 1979 Indra berangkat ke Sydney, Australia, untuk belajar jazz. Dia mencapai kemajuan pesat dan sempat membuat sejumlah album dengan musisi jazz dari berbagai negara. Dia ikut membentuk kelompok jazz Nebula di Australia bersama musisi setempat pada tahun 1981. Mereka membuat album No Standing (1982).

Album ini memperluas pergaulan Indra dengan musisi jazz ternama seperti Jimmy Haslip, bassist kelompok jazz Yellowjackets, serta drummer Vinnie Colaiuta. Mereka membuat album From Earth and Heaven di Amerika Serikat (1984), yang juga melibatkan Michael Landau (gitar) dan Joe Peskin (saksofon). Album berisi tujuh lagu ciptaan Indra Lesmana itu antara lain memuat Stephanie.

Ketika sedang "panas-panasnya" sebagai seniman jazz muda, Indra sebenarnya sudah menunjukkan tabiat ke arah pop. Sejak di Australia, bersama Mira Lesmana, kakaknya sebagai penulis lirik, Indra bekerja sama membuat lagu.

"Mira itu suka nulis cerita. Dia suatu kali tanya, ’Ada lagu enggak In, aku punya puisi’. Saya lalu merekam empat track lagu dengan lirik dari Mira. Saya sendiri yang nyanyi," kenang Indra.

Kolaborasi Indra-Mira itu suatu kali terdengar oleh Jack Lesmana. Dia kaget dengan lagu pop dari Indra. Jack membawa kaset rekaman Indra ke Indonesia dan dia langsung mendapat tawaran rekaman. Lahirlah album Ayahku Sahabatku. Lagu-lagu pada album ini tak termuat dalam Silver karena master album tak didapatkan.

"Saya baru merasa diterima di musik pop waktu bikin lagu Aku Ingin. Saya bermain jazz sejak 1976, tapi mendapat awards pertama kali justru di pop. Waktu itu saya bilang sama Mira, ’Mir, kita ternyata bisa nulis lagu pop!’. Itulah mengapa Aku Ingin menjadi tonggak," kata Indra.

Sekadar mengingatkan, Aku Ingin yang melibatkan Titi DJ sebagai pendukung vokal itu lirik refreinnya berbunyi: Aku ingin dapat bebas lepas/ Aku ingin senantiasa merasa bahagia…../ Aku ingin dapat terbang jauh…

Indra mengaku kesulitan memilih 12 lagu yang dianggap pas untuk album Silver. Lagu dari album soundtracks film Rumah Ke Tujuh yang boleh dikatakan sebagai album jazz terbaik Indra itu tidak termuat karena album itu menjadi bagian dari film. Ekspresi juga tidak masuk karena dianggap sudah tereksploitasi dalam Indonesia Idol.

Lagu Children of Fantasy, yang dianggap Indra sebagai tonggak album jazz-nya, tetap diusahakan meski master lagu itu tidak didapatkan. Dia akan merasa salah besar jika komposisi itu tidak masuk. Untuk itu, tahun 2000 Indra membuat versi barunya yang melibatkan Dr Iwang Gumiwang pada perkusi.


PRAKTISI musik bekerja di wilayah yang berbeda dari segi bisnis memang sah saja, dan lazim dalam bisnis musik. Setidaknya, banyak musisi jazz yang kemudian dikenal di dunia pop, seperti Nat "King" Cole, pianis jazz berwibawa yang dikenal sebagai penyanyi pop dengan lagu seperti Monalisa dan Unforgetable. Indra lebih suka memadankan langkahnya itu seperti yang dilakukan George Duke dan Herbie Hancock, keduanya pianis jazz yang masuk wilayah pop.

"Saya pusing dengan tuntutan masyarakat. Penggemar jazz inginnya saya tetap di jazz, dan tidak membelot ke pop. Para purist menganggap musisi jazz yang main pop itu seperti ’melacurkan’ diri. Hal itu sangat menghantui saya," kata Indra.

Indra bertahun-tahun menjalani hidup di dunia yang seakan terpisah. Dia tetap main jazz dengan integritas sebagai seniman jazz, tetapi di sisi lain dia juga mencipta dan bernyanyi lagu pop lewat album. Mereka yang rajin menikmati jazz di Jakarta boleh jadi pernah mendapati Indra bermain jazz mainstream. Dia bermain mulai dari kelab jazz sampai hotel.

Suatu kali di Hotel Regents, misalnya, Indra tampil trio bersama Jeffrey Tahalele pada bas dan pemain drum Taufan Gunarso. Mereka memainkan komposisi jazz standar termasuk karya Thelonious Monk. Seorang pengunjung menunggu-nunggu Indra melantunkan Aku Ingin. Tentu Indra tidak akan menyanyikan lagu popnya ketika sedang menjadi seniman jazz. Dia menjaga benar wibawa seniman jazz.

Akan tetapi, sebenarnya dia juga tersiksa saat memainkan jazz seperti yang diinginkan penggemarnya. Ketersiksaannya kali ini datang dari kalangan pengunjung tempat hiburan yang tidak apresiatif. "Kadang saya stres main malam. Waktu kita sedang memainkan ballad, tiba-tiba ada orang tertawa terbahak-bahak," kata Indra yang kini sangat jarang main jazz malam.

Apa boleh buat, kehidupan harus berjalan. Indra terus memainkan jazz dan di sisi lain melayani pasar pop. Bertahun-tahun Indra merasa terhantui dan stres dengan posisi menduanya. Baru setelah Reborn (2000), Indra merasa mampu menepis rasa bersalah. Saat itu dia berketetapan menjadi dirinya sendiri berbekal kejujuran berekspresi.

Contohnya saat terpesona dengan gaya nyanyi Nania pada Indonesian Idol. Pesona Nania masih tersisa di benaknya, tetapi gagasan sulit dituangkan dalam komposisi. Indra tidak memaksakan diri dan menunggu suasana batinnya mengendap dan mencari atmosfer yang pas untuk mencipta lagu Sedalam Cintamu yang liriknya ditulis Hanny Trihandoyo, istrinya.

"Membuat lagu itu seperti melukis. Di depan kanvas saya mengalir begitu saja, entah itu nanti jadi lukisan ekspresionis atau naturalis. Dalam menulis lagu demikian pula, saya menulis saja tak peduli itu jadi lagu jazz atau pop." (KALTIMJAZZLOVERS the real jazz comunity)

9:51 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

KJL NEWS


Founded in 1967, the Montreux
Jazz Festival has established itself
as one of the most prestigious
annual music events in the world.
The extraordinary list of artists who
have played in Montreux is drawn
from across the musical spectrum
and from around the world.

Line-up to be announced in April 2006

About the festival
Pictures of the 2005 Festival
40 years of passion
Founder Claude Nobs
The Audiovisual heritage
The Swiss Riviera

Competitions (entry forms .pdf)
Bösendorfer solo piano competition
Shure voice competition
Gibson guitar competition


Shop
Check out our new DVDs
Exclusive CDs
T-shirts
Accessories
Posters and much more...

Contact us:
info@montreuxjazz.com
deden@jazzlovers.net
KALTIMJAZZLOVERS
the Real Jazz Comunity

5:07 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

BIOGRAFHY KRAKATAU JAZZ BAND

DWIKI DHARMAWAN (Keyboard & Syntesizer)
Classically trained at an early age, he studied jazz in high school before founding Krakatau. Dwiki has worked as a jazz solo artist, producer and arranger for Krakatau and for many other popular artists in Indonesia. His album “Nuansa” released under Sony Music Indonesia which includes famous USA musicians : Mike Stern,Lincoln Goinnes,Richie Morales,Ricky Lawson,Neil Stubenhaus as guest stars.He has written music for Indonesian movies and serial TV programs and is currently active as the conductor and composer of the INDONESIAN ART ORCHESTRA. He is also director of the FARABI MUSIC EDUCATIONAL CENTER in Jakarta and Chairman of JAKARTA WORLD MUSIC FESTIVAL 2003.

More info about Dwiki Dharmawan, please click his website


PRA BUDI DHARMA (Electric Fretless Bass)
A graduate in fine Arts from the University of Washington, Pra played guitar and bass professionally in Seattle , USA for many years before returning to Indonesia in 1984 and founded Krakatau. He has studied and experimented with the traditional musics of West Java since 1988. Pra has worked on the A&R staff of Billboard Indonesia and as a producer for an independent record label specializing in recordings of West Javanese traditional music.


ADHE RUDHIANA (Kendang and Percussions)
A kendang (Indonesian Barel Drum) virtuoso and musical arranger, Adhe is currently an instructor at STSI, a prestigious art institute and conservatory in Bandung. Adhe has appeared at the Istiqlal Festival and has played countless concerts in Indonesia and neighboring countries. Adhe has also done collaborative works for TV music program.


YOYON DHARSONO (Multi Traditional Instruments)
Yoyon has been playing rebab, tarompet pencak, suling, and other Sundanese traditional instruments since childhood and is currently an instructor in Sundanese music performance at STSI, Bandung. His concert experience includes performances with Indonesian cultural delegations in the United Stated, Holland, France, New Zealand, Japan and many other countries.


ZAINAL ARIFIN (Gamelan and Percussions)
Arifin is the best graduate from STSI, Institute of Karawitan Music in Bandung, specialized in playing Gamelan (bonangs and sarons) and percussion instruments. He is also a working musician at various local clubs and plays with several different bands as percussionist.


GERRY HERB(Drummer)
He works as Professional Drummer, playing on both recording and live concert with many top Indonesia musicians including Dwiki Dharmawan Orchestra, Idang Rasjidi, Bintang Indrianto, ALV Band, Yovie and the Nuno, etc. He also spend his time as drum instructor at Farabi Music School Jakarta.



UBIET
Was born in Jakarta in 1965, and was raised in Aceh. Ubiet moved to Jakarta and attended The Jakarta Institute of the Arts (IKJ) to major in music-voice. She has earned a Master of Arts degree in ethnomusicology from University of Wisconsin, Madison USA in 1993 and then lecturing in ethnomusicology at IKJ. Currently she is pursuing a research in the vocal music of Kerinci, Jambi-Sumatra for her doctoral degree in ethnomusicology at UW-Madison USA. Despite her academic commitments, Ubiet maintains collaborative relationship with several composers, and traditional musicians, and continues perform locally and internationally with Tony Prabowo and The New Jakarta Ensemble which have released a CD entitled “Commonality” (1999, Siam Record NY). She has also released another Solo Album CD entitled “Archipelagongs” (2000, Warner Music Indonesia).

5:36 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

KJL NEWS JAZZ GIANT LEGENDARY

Louis Amstrong
Sidney Bechert
Don Byas
Benny Carter
Ornette Coleman
John W. Coltrane
Miles Davis

Harry Edison
Duke Ellington
Ella Fitzgerald
Dizzy Gillespie
Billie Holiday
Charlie Parker
Sarah Vaughan





Herb Alpert
Jane Ira Bloom
Michael Brecker
Jonathan Butler
Ed Calle
Chick Corea
Julian Coryell

Candy Dulfer
Kenny G
David Grusin
Herbie Hancock
Loston Harris
Bob James
David Koz

5:42 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Jazz bukan semata kesenian Amerika atau Afro-Amerika, sebab, Jazz juga bergantung pada harmonik,bahkan ritmik, yang pada hakikatnya adalah ide dari Barat atau Eropa. George Gershwin suatu ketika berkata : '' JAZZ hidup dalam darah daging bangsa Amerika. yang bukan Amerika tidak ambil bagian. ''Gershwin mungkin benar. tapi Igor Brill, pianis jazz dari uni soviet, yang ikut berkiparah dalam jakjazz 1988, 1991 dan 1994 di jakarta, bisa juga betul. Brill dengan menyakinkan berucap ''JAZZ telah melampaui batas - batas wilayah, melampaui apa pun. '' Dan ini juga disetujui oleh banyak musisi jazz di luar Amerika. Sebaba bagaimanapun, menurut beberapa pengamat, jazz sebenernya menyimpan sebuah aib kecil: jazz tidak semata merupakan kesenian Amerika atau Afro-Amerika. Buktinya, jazz sangat bergantung pada harmonik, bahkan retmik, yang pada hakikatnya adalah ide - ide dari barat atau Eropa. Bukti lainnya, ketika New Orleans melahirkan musisi jazz yang besar, pemahaman akan adat - istiadat atau musik Eropa telah tersebar luas di kota itu, Bahkan, catatan lain menyebutkan, kecuali drum, semua instrumen penting dalam jazz, seperti saksofon, trumpet, trombon, bass, gitar, serta yang paling mutakhir, sintesizer; berasal dari Eropa. Dalam karya - karya musisinya, jazz telah sering berbaur dengan unsur klasik, hal itu bisa terlihat dalam karya - karya Paul Whiteman, Duke Ellington, Miles Davis, John Lewis, Stan Keton, dan Gill Evans. Dari situ terlihat bahwa kedua unsur tersebut tidak sekedar bersaudara. Namun, ada yang membantah pendapat itu seraya mengatakan bahwa jazz sebetulnya lebih spesifik lagi : jazz adalah Amerika hitam atau black America. Pendapat yang menyatakan jazz sebagai warisan dari bangsa Eropa adalah pendapat yang tidak akurat dan bahkan cenderung bersifat rasialis. Namun, biarlah orang berdebat, biarlah orang sibuk meneliti akar jazz atau segala tetek bengek pengaruhnya. Yang pasti, hari ini jazz sudah sampai ke seluruh penjuru dunia, sudah melanglang buana, Indonesia pun kini menjadi tempat yang subur bagi pertumbuhan dan perkembangan jazz. (Scrips : Deden Nugraha THE PEOPLE JAZZ OF EAST BORNEO ) Thank's : wartajazz.com jazzlovers.net dontbeat.com Agus setiawan basuni (wartajazz.com ) pro2fm 88.5 FM samarinda aga permadi ( MAHAKAM 101.1 FM ) Rendy kawilarang ( Mahakam FM ) Rudy hamdani ( CBN SAMARINDA ) agus jazz uli geskata elle (tenggarong) KALTIMJAZZLOVERS BASE CAMP : JL. ELANG 206/81 SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR INDONESIA Contact Person : deden MOBILE PHONE : 0813 4741 8600 http://kaltimjazzlovers.blogspot.com for email:deden@jazzlovers.net Dan semua Station Radio yang selalu memutar acara jazz di KALIMANTAN TIMUR SALAM JAZZ DARI KAMI...................................................
posted by KJAZZLOVERS at 3:27 AM on Oct 25 2005

KJL NEWS

6:50 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

RADIO


Berikut ini kami tampilkan nama-nama Radio yang memutar musik jazz dan menjalin kerjasama dengan WartaJazz.com. Adapun radio-radio tersebut adalah sebagai berikut :

SUMATRA

Prima FM - Banda Aceh
Classy FM - Padang
Mandiri FM - Pekanbaru
Aditya FM - Pekanbaru
City Radio 95.9 FM - Medan
Delta 105.8 FM - Medan
Setiap hari Senin pukul 21.00-22.00 WIB
Prapanca 95.1 FM - Medan
SONYA 106.6 FM - Medan
Radio Satya Bhakti Polda 88.4 FM - Medan
Acara "Halimun" -Setiap Kamis Malam jam 21:00-24:00
103 FM
HANG 106.0 FM - Batam
SMART 101.8 FM - Palembang
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00


JAKARTA

COSMOPOLITAN FM 90.4 Mhz - Jakarta
"JAZZ ON MY MIND" setiap Sabtu Pkl. 14.00 - 16.00 WIB
TRIJAYA 104.6 FM - Jakarta
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 19.00 - 21.00 WIB
RADIO DELTA 99.1 FM - Jakarta
Jazz, Jazz, Jazz bersama Gilang Ramadhan & Benny Likumahua
Setiap Rabu pukul 21.00 - 24.00 WIB
RADIO ONE 101 FM - Jakarta
One Acid Jazz Hours - Setiap Selasa Pkl. 21.00 - 23.00 WIB
One Jazz Hour - Setiap Minggu Pkl. 13.00 - 15.00 WIB
ER Radio 98.7 - Jakarta
Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
ARH 88.4 FM - Jakarta
Dave Koz Show
RRI PRO 2 105.1 FM - Jakarta
HARD ROCK 87.6 FM - Jakarta
Setiap Minggu malam mulai 21.00 - 22.00 WIB
EL SHINTA 90.05 FM - Jakarta
RAMAKO 105.8 FM - Jakarta
Jazzy on Magic - Setiap Hari Sabtu - pkl. 06.00 s/d 24.00 wib
I RADIO
Interlude Setiap Rabu pukul 21.00 - 22.00 WIB
RADIO A 96.7 FM - Jakarta
Jazz Island - Setiap hari Rabu, pkl.20.00-21.00
Woman Radio 94.3 FM - Jakarta
Smart FM 95.9 FM - Jakarta
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 wib dan Sabtu pukul 15.00 wib
CLASSIC NEWS AND JAZZ (CNJ RADIO) 99.9 FM - Jakarta
24hours full jazz & classic

JAWA BARAT & BANTEN

88,2 FM Hot Radio - Serang
Pro 3 107.5 FM Bogor
Journey To Jazz" bersama Idang Rasjidi
KLCBS 100.4 FM - Bandung
Sepanjang hari - Senin sampai Minggu
MARA GHITA 106,7 FM - Bandung
Cafe Mara
Setiap Minggu pukul 22.00-24.00 WIB
SKY 90.5 FM - Bandung
Jazz Lounge
setiap hari Senin pukul 21.00-23.00.
RASE 102.3 FM - Bandung
Cooling down with easy listening jazz.. - Setiap hari Rabu 18.00 - 20.00 WIB
BUZZ Radio 89.7 FM - Bandung
Jazz Buzzing Thru...
Setiap Sabtu 22.00 - 24.00 WI
HER Radio 88.9 FM - Bandung
Setiap hari Senin-Jumat 06.00-10.00, 16.00-17.00, 18.00-20.00 WIB
Setiap Senin-Minggu 13.00 -14.00 WIB
HardRock FM - 87.7 Mhz - Bandung
TRIJAYA 91.3 FM - Bandung
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
OZ 103 FM - Bandung
Jazzyozzie
MGTFM 101.25 - Bandung
Jazz Hour Mix - Setiap Minggu 18.00 - 20.00 WIB
DBFM 91.1 - Cirebon
Setiap hari Kamis - pukul 19.00 - 22.00 WIB

JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ARDIA FM Yogyakarta
Full jazz setiap hari. Managed 100% by WartaJazz.com
SWA 92.3 FM - Yogyakarta
"JAZZ WITH SWA", Setiap Minggu ke 2 dan 4, mulai pukul 21.00 - 23.00
"PROGRESSIVE WITH SWA" Setiap Minggu ke 1 & 3, mulai pukul 21.00 - 23.00
GERONIMO 106.1 FM - Yogyakarta
Tiap Rabu Malam Pkl 20.00 - 21.00 WIB
RASIALIMA FM - 89.7 Mhz - Yogyakarta
Tiap Kamis malam Pkl. 21.00 - 22.00 WIB
SWARAGAMA FM - Yogyakarta
Channel 5 FM - 94.6 Mhz- Yogyakarta
Tiap Senin malam Jam 21.00 - 23.00
BIKIMA FM - Yogyakarta
UNISI FM - Yogyakarta
PRO3 103 FM - Yogyakarta
Jazzy Tunes
Setiap Rabu 20.45 - 22.00 WIB
TRIJAYA 97.0 FM - Yogyakarta
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
MTV 88.7 FM - Yogyakarta
SAS FM - Solo
SMART 93.4 FM - Semarang
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00
TRIJAYA FM Semarang
SS Smooth Jazz 105.1 FM, Semarang
BSP 103,7 FM, Pekalongan
1. THE HISTORY OF JAZZ - setiap hari jam 08.00 ; 13.00 ; 22.00
2. MUSIKALITAS - setiap hari minggu jam 22.00-24.00

JAWA TIMUR

Suara Surabaya 100 FM, Surabaya
SCFM 104.75 FM - Surabaya
Jammin' on Jazz - Setiap Minggu 18.30 - 21.00 WIB
RADIO DELTA 96.8 FM - Surabaya
Jazz, Jazz, Jazz bersama Gilang Ramadhan & Benny Likumahua
Setiap Rabu pukul 21.00 - 24.00 WIB
HardRock FM - 87.7 FM - Surabaya
Tiap Minggu malam Pkl. 21.00 - 22.00 WIB
Q Radio - Surabaya
KOSMONITA 95.4 FM - Malang
"KOSMO CORNER" setiap Sabtu sore Pkl. 16.00 - 18.00 WIB
PRO3 FM - Malang
MAS FM - Malang
Jazzy Corner Setiap Sabtu, 12.00~14.00 WIB
101.3 MFM = it's my life - Malang
WIJAYA KUSUMA FM - MADIUN
BALI & LOMBOK

HardRock FM - 87.8 Mhz - Denpasar
Super Radio 102.3 FM - Denpasar
Setiap hari Sabtu pukul 14.00 - 18.00 WITA
Kuta Radio 106 FM, Denpasar
Setiap Kamis pagi jam 01:00 - 04:00 WITA
FBI 91.8 FM - Denpasar
Setiap Senin-Minggu pukul 20.00 - 22.00 wita.
LCBS 96.00 FM - Lombok
Setiap Rabu pukul 18:00 – 19:00 WITA

SULAWESI

MERCURIUS Top FM - Makassar
DELTA 99.2 FM - Makassar
deltaJAZZ - Setiap Senin mulai pukul Pkl. 20:00 – 21:00 Wita.
SMART 101.1 FM Makasar
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00
SMART 101.2 FM Manado
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00

KALIMANTAN

PRO2 FM - 97,6 Mhz Samarinda
Tiap Minggu malam Pkl. 21.00 - 23.00 WITA
MITRA 102.7 FM Samarinda
Setiap Jumat pukul 21.00 WITA
HEARTLINE 98.8 FM - Samarinda
MAHAKAM 101.1 FM - Samarinda
NBI Rasisonia 103.1 FM - Bontang
BISI Balikpapan
97,00 FM Balikpapan
SMART 97.8 FM Balikpapan
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00
96,9 FM Tarakan
96,9 FM Kabupaten Pasir
96,9 FM Kabupaten Berau
VOLARE 103,4 FM - Pontianak
In the Mood of Jazz - Setiap Kamis mulai pukul 21.00 - 23.00 WIB
VISTA 92.4 FM Pontianak
SMART 101.1 FM Banjarmasin
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00

PAPUA

MERCURY CBS 102.3 FM - Biak, Papua
Setiap Selasa pk.22.00 - 23.00 WIT
,

8:40 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

CAFE JAZZ INDONESIA

UBUD. BALI


Jazz Cafe. Jl. Sukma No. 2 Tebesaya, Ubud, Bali. Tel: (0361) 976594 [contact: Agung Wiryawan. Open daily, live music at least 2 nights a week with local jazz musicians. Straight ahead jazz. Visiting jazz musicians have been welcomed to sit in. Beautiful ambiance from topical garden & fountain and jazz photos including "Great Day In Harlem". They play real jazz on house system when there is no live music. Great place to visit any time of the day. Tasty appetizers of international cuisine with Indonesian variations. House cocktails (made with Arak) include "Take Five", "Blue Note", "So What" "R&B", and "All Blues"]








DENPASAR


Jazz Bar & Grille. Pertokoan Sanur Raya No. 15-16. Jln By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Sanur. Tel: 62-361-285892 Fax: 62-361-288336 [contact: Mr Wirawan Tjahjadi. Jazz Bar & Grille presents live music nightly with cozy place and good food. Jazz Jam Session Every Sunday night welcome you to play and join with the band]



JAKARTA


Harry's Bar Jakarta. Mandarin Orienthal Hotel, Jl. Sudirman, Jakarta. [Presents jazz music everyday]


Lippo Sudirman Grand Suite Hotel. Jl. Garnisun Dalam 8. Karet Semanggi, Jakarta 12930. [contact: JAMZ Entertainment .This is the bigest jazz club in Jakarta, Indonesia. Many international jazz mussicians has been on the Jamz stage, such as: Chick Corea, The Rippingtons, Arturo Sandoval, Ramsey Lewis, Bob James, etc. Jamz presents live music everyday]


The Sunday Jazz Club Jakarta. Jl. Dharmawangsa X/22-A Jakarta. [contact: PT. Pagelaran Sensasindo. The Sunday Jazz Club Jakarta is a weekly jazz programe. Presents the Indonesian jazz musicians, play together, jam session, workshop, seminar, etc.]


Parkit DejaVu Club. IBEC Building 2nd Floor, Jl. K.H.Wahid Hasyim No 88. Tel: 62-21-330196/62-21-330452 - Fax: 62-21-3143267 [contact: Chariadhi Kadarisman/Janner Siahaan/Riano Yamin. We want to bring you the memories ambiance at Parkit DejaVu Club & Lounge. Music Style :jazz,samba,latin,fusion. Indonesian musician. Pool Table, Shoe shine,Internet,DJ, and Hot Pot restaurant "funky oriental cuisine"]

9:56 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

MUSIK JAZZ ADALAH :

Sumber aliran: Blues dan musik marching band Eropa
Sumber kebudayaan: Afrika Barat; musik Afrika-Amerika era 1910-an, New Orleans.
Instrumen musik yang biasa digunakan: Gitar – Gitar bass – Saksofon – Trombon – Piano – Klarinet – Terompet – Double bass – Drum – Vokal

Popularitas mainstream: Sporadis; kebanyakan dalam bentuk pop seperti swing; juga semakin berpengaruh dalam bentuk-bentuk musik populer seperti yang dinamakan "perpanjangan jazz", misalnya rhythm and blues, soul, neo soul, quiet storm, cool jazz, dan smooth jazz
Bentuk turunan: Jazz Latin – Swing – Mini-jazz
Subgenre
Avant-jazz – Bebop – Chamber jazz – Cool jazz – Creative jazz – Dixieland – Free jazz – Gypsy jazz – Hard bop – Jazz fusion – Milo jazz – Modal jazz – M-Base – Smooth jazz – Soul jazz – Trad jazz
Genre campuran (fusion)
Acid jazz – Calypso jazz – Jazz blues – Jazz fusion – Jazz rap – Nu jazz – Smooth jazz

Versi-versi regional

Australia – Brasil – Belanda – Perancis – India – Italia – Malawi – Britania Raya
Topik lainnya
Standar Jazz – Royalti Jazz Musisi
Band – Bassis – Klarinetis – Penabuh drum – Gitaris – Pemain organ – Pianis – Trombonis – Peniup terompet

Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.

Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.




Aliran-aliran dalam jazz

> New Orleans jazz
> Big-band/swing
> Bebop
> Free jazz/avant-garde jazz
> Smooth jazz
> Fusion jazz
> Funk
> Acid jazz

Pemusik jazz terkenal


Louis Armstrong, (1901-1971)
Duke Ellington, (1899-1974)
Charlie Parker, (1920-1955)
Dizzy Gillespie, (1917-1993)
Miles Davis, (1926-1991)
John Coltrane (1926-1967)
Ornette Coleman, (lahir 193
Indonesia
Ireng Maulana
Buby Chen
Indra Lesmana
R&B
Big band

KALTIMJAZZLOVERS NEWS
the real jazz community

10:10 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

BIOGRAFI 'BUBI CHAN'

Bubi Chen
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
(Dialihkan dari Buby Chen)
Langsung ke: panduan arah, cari
Bubi Chen atau Buby Chen (lahir di Surabaya, 9 Februari 1938) adalah seorang pemusik jazz Indonesia.

Buby menikah dengan Anne Chiang pada tahun 1963 di Surabaya, dan kini adalah ayah empat anak.

Pendidikan BUBI CHAN

SD & SMP di Surabaya
SMA St. Louis di Surabaya
Kursus piano dengan Di Lucia
Kursus Piano dengan Yosef Bodmer (8 tahun)
Kursus Tertulis dari Wesco School of Music di New York, AS (1955-1957)

Karir BUBI CHAN

Karyawan RRI Jakarta (1955)
Ikut Festival Jazz di Berlin (1967)
Dosen di YMI & Yasmi Surabaya
Mengadakan pergelaran jazz di TIM
Guru Privat Piano
Ketua Yayasan Musik Victor Indonesia di Surabaya
Musikus Jazz (sekarang) Anggota Circle Band
Pemimpin Indonesian All Stars Band

10:23 PM  
Blogger kaltimjazzlovers said...

Ireng Maulana


Ireng Maulana (lahir dengan nama Eugene Lodewijk Willem Maulana di Jakarta, 15 Juni 1944) adalah seorang pemusik jazz Indonesia.


Pendidikan
Akademi Musik LPKJ
Peabody Conservatorium of Music, Baltimore, Maryland, AS
Koninklijk Conservatorium, Den Haag, Belanda (gitar)

Karir
Bergabung dengan band Gelora Samudra (1960)
Eka Sapta
Ikut main musik di New York World Fair (1964)
Bergabung dengan grup jazz Indonesia Lima (1968)
Pimpinan Ireng Maulana And His All Stars (1984)

10:26 PM  
Blogger edharolds5194683738 said...

Do you want free porn? Contact my AIM SN 'abunnyinpink' just say 'give me some pics now!'.

No age verification required, totally free! Just send an instant message to AIM screen name "abunnyinpink".

Any message you send is fine!

AIM abuse can be reported here.

11:05 AM  
Blogger matttheo59020677 said...

Get any Desired College Degree, In less then 2 weeks.

Call this number now 24 hours a day 7 days a week (413) 208-3069

Get these Degrees NOW!!!

"BA", "BSc", "MA", "MSc", "MBA", "PHD",

Get everything within 2 weeks.
100% verifiable, this is a real deal

Act now you owe it to your future.

(413) 208-3069 call now 24 hours a day, 7 days a week.

4:05 AM  

Post a Comment

<< Home